Refleksi Pusat Kota Melalui Senandung Manis Tanpa Overdosis Oleh Alishar

Ketika Menangkap fenomena dan lanskap tempat bernaung merupakan salah satu senjata utama bagi seorang seniman ataupun menciptakan lagu terbaiknya.

Penerjemahan dan refleksi dari apa yang diserap dan dipelajari sehari-harinya dengan mudah diterjemahkan menjadi sebuah alunan nada yang kemudian tersebar dalam bentuk apa pun.

Riuh dan hingar bingar pusat kota megapolitan menjadi primadona nyata bagi seorang Sara Alisha dalam mendeskripsikan karya terbarunya sebagai seorang penulis lagu.

Dibalut oleh intisari nada-nada manis yang sendu dan merdu dengan dentingan gitar akustiknya, Alishar (sapaan akrab dan stage name dari Sara Alisha) berhasil merangkum kembali hangatnya kerakyatan – merupakan fitrah dan kunci utama dari musik folk yang diusung olehnya

Baca juga : Film Indonesia Adaptasi Sinema Korea Selatan Bikin Penasaran.

Melalui ‘Di Cikini‘, Alishar merefleksikan kehidupan akhir dewasa mudanya dengan jujur dan gamblang, ditemani dengan senandung dan rintihan murung yang sangat merdu oleh dirinya.

Keberhasilan Alishar dalam merefleksikan kehidupannya di tengah kota Jakarta ini nggak luput dari peran magis dari Taman Ismail Marzuki dan juga gelas demi gelas jamu ginseng beralkohol rendah yang menemaninya.

“Cikini selalu menjadi tujuan, teman, cinta, dan juga arah pulang bagiku. Ke mana pun aku berlari dan hidup terus berputar, segalanya akan kembali lagi ke Cikini,” jelas Alishar melalui rilis persnya.

Baru dirilis pada akhir minggu lalu di hari Jumat (12/11), ‘Di Cikini’ ditulis, diproduksi, dan didistribusikan secara swadaya oleh Alishar.

Kecintaannya yang begitu total terhadap tempat dirinya tinggal (Cikini) akan membuat sesiapa pun akan menjadi rindu dengan Cikini meski belum pernah singgah di tempat tersebut.

Hadirnya lagu ini diprediksi oleh HAI akan menghiasi daftar putar wajib bertajuk “Akustik Senja” ataupun “Kopi dan Akustik” dan sejenisnya pada pemutar musik konvensional kesayangan kalian.

Namun tak mengapa, sesekali telinga kita memang memerlukan sebuah asupan manis yang sama sekali nggak berlebihan dan membuat kita menjadi geli bergidik.

Silahkan dengarkan rangkuman Lagu pusat kota Jakarta oleh Alishar pada ‘Di Cikini‘ di platform kesayang kalian ya sobat lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.