Phonetic, Sajian Pop Alternatif yang Bikin Betah

Menikmati sajian musik pop alternatif kerap membawa pendengarnya kepada penyegaran telinga melalui energi yang up-lifting.

Persembahan ramah telinga ini tentu mudah untuk membuat para pendengar menjadi betah dengan susunan nada pada karya-karya musik terkait.

Produk terkini yang bisa saksikan kehadirannya datang melalui Phonetic, grup musik asal Bandung yang memadukan karakter versatil dari pop alternatif dengan gairah penuh energi musik elektronik.

Beranggotakan Ario (vokal dan gitar), Amen (gitar dan synth), Aria (drum dan squencer), dan Icey (bas dan synth), Phonetic menjadi tempat meramu gagasan musik yang punya daya tarik dan ciri khas tersendiri bagi keempatnya.

Melalui serentetan lagunya, Phonetic terdengar cukup distingtif kalo dibandingkan dengan grup musik pop yang bermain di ranah serupa.

Baca Juga: Synchronize Fest 2021 Di Radio Hadirkan Musisi Terkenal, Ada 8.000 Orang Tidak Me-refund Tiket

Lewat ketukan, ritme, hingga ragam shout dan chants yang ada membuat musikalitas dari Phonetic adalah highlight yang ditawarkan dari grup musik ini.

Nggak hanya dari karakteristik materi yang ramah dan segar di telinga, ranah produksi pun dikerjakan secara menyeluruh oleh Phonetic.

Sehingga, dua pekerjaan dasar Phonetic sebagai grup musik sudah terlakoni dengan baik – yakni kebaharuan musikalitas dan produksi yang optimal.

Perjalanan ini mereka teruskan melalui lahirnya mini album perdana dari Phonetic berjudul ‘Hope, My Day’ yang baru aja rilis pada 5 November lalu.

Pertama kali mendengarkan, nuansa pendewasaan dalam musik pop yang elegan adalah hal utama yang diserap oleh HAI pada debut EP Phonetic tersebut.

Meski untuk urusan materi sana-sini, beberapa nadanya masih terdengar layaknya pop generik yang akan kita dengarkan di radio terkemuka.

Namun sekali lagi, pendewasaan Phonetic dalam urusan musikalitas dan produksi sangat patut diacungi jempol.

Leave a Reply

Your email address will not be published.