Mengenal Proses Pembuatan Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Memiliki bahan bakunya!

Baterai merupakan salah satu komponen sebagai sumber energi untuk menggerakan kendaraan listrik di jalan. Namun sudah tahukah Anda bagaimana proses baterai kendaraan listrik ini dibuat?
 
Pohang Iron and Steel Company (Posco) menjelaskan Indonesia merupakan negara yang berlimpah akan nikel yang menjadi bahan baku membuat baterai. Nikel ini digunakan sebagai material utama yang bisa diolah menjadi berbagai bahan seperti grafit, lithium yang menjadi bahan baku untuk anoda dan katoda.

Baca Juga : BMKG Beri Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,5 di Sulsel, NTT, Sultra, NTB, Maluku

Bahan-bahan ini kemudian dikirimkan ke pabrik pengolahan milik LG untuk dijadikan sel baterai yang digabungkan dalam sebuah modul yang digabung menjadi satu pak baterai. Sedangkan jumlah sel baterai dalam satu modul berbeda-beda dari tiap mobil, dan biasanya terdiri lebih dari 100 sel baterai.
 
Baterai ini kemudian dipasangkan di sasis mobil listrik. Asia Pacific Research and Development Hyundai, M Irfan Nurkholis, menjelaskan baterai ini kemudian disematkan di Electric Global Modular Platform (e-GMP) yang merupakan sasis khusus untuk mobil listrik Hyundai Group.
 
“E-GMP ini di baterai modul itu ada yang 24 pack, 30 pack, sama 32 pack yang dipakai di Ioniq 5. Itu satu pack terdiri dari 12 sel. Jadi kapasitasnya E-GMP yang dipakai di Ioniq 5 mulai dari 58 kW sampai 77 kW,” terang Irfan.
 
“Ini baru ada di Ioniq 5. Seterusnya (produk selanjutnya) akan menggunakan platform E-GMP karena ini kan sifatnya modular, jadi bisa dipakai di model, tipe apapun, mau dia sedan ataupun SUV,” kata Irfan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.