Nadiem Makarim dan Gojek Digugat Rp 24,9 Triliun soal Hak Cipta

Nadiem Makarim  dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) digugat oleh Hasan Azhari alias Arman Chasan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) lantaran dinilai melakukan pelanggaran hak cipta. Gugatan yang memiliki Nomor Perkara 86/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Jkt.Pst tersebut, meminta Nadiem dan Gojek untuk membayar royalti kepada penggugat sebesar Rp 24,9 triliun. Gugatan tersebut didaftarkan oleh pihak penggugat yang bernama Hasan Azhari pada hari Jumat (31/12/2021) lalu.

Rochmani selaku kuasa hukum penggugat, menjelaskan bahwa kliennya sempat mencoba melakukan mediasi bahkan mensomasi Nadiem Makarim. Dia juga menerangkan bahwa kliennya sudah menciptakan model bisnis ojek online sejak 2008.

“Jadi klien kami sejak tahun 2008 telah menciptakan model bisnis ojek online dengan pemesanan melalui program komputer,” ujarnya.

Namun kemudian tahun 2011, Nadiem Makarim mendirikan Gojek yang model bisnisnya sama dari hasil cipta kliennya. Bahkan menurutnya, alasan kliennya menggugat hal ini karena memang kliennya sudah memiliki sertifikat hak cipta.

 

Baca juga : Pembacokan Remaja di Yogyakarta, Kapolsek Sebut Bukan Klitih

 

“Jadi klien kami telah mempunyai sertifikat pendaftaran hak cipta yang telah dicatat dan diumumkan di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 1 Desember 2008,” sambungnya.

Tidak hanya itu, dia juga menyampaikan bahwa hasil cipta kliennya dilindungi oleh pemerintah. Sehingga pihaknya sangat keberatan dan dirugikan jika ada pihak yang memanfaatkan secara komersial.

Oleh karena itu, menurutnya demi mendapatkan kepastian hukum, maka pihaknya mengajukan gugatan hak cipta di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Selain itu, dengan adanya dugaan pelanggaran hak cipta Rochmani selaku kuasa hukum meminta ganti rugi maupun royalti untuk kliennya..

Dalam petitum yang diajukan, Hasan selaku penggugat meminta majelis hakim mengabulkan gugatannya untuk seluruhnya. 

Pertama, menyatakan Gojek dan Nadiem Makarim melakukan pelanggaran hak cipta. 

Kedua, menghukum PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa dan Nadiem Makarim secara tanggung renteng membayar ganti rugi sebesar Rp10 miliar.

Ketiga, menghukum PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa dan. Nadiem Makarim secara tanggung renteng membayar Royalti Rp 24,9 triliun. Keempat, menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun tergugat mengajukan perlawanan atau kasasi (uitvoerbaar bij voorad).

Keempat, menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun tergugat mengajukan perlawanan atau kasasi (uitvoerbaar bij voorad).

Kelima, menghukum tergugat 1 dan tergugat II membayar biaya perkara atau apabila majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.