Vaksin Booster Covid Untuk Masyarakat Umum Dimulai Hari Ini

Pemerintah resmi memulai program penyuntikan vaksin virus corona (Covid-19) dosis ketiga atau booster kepada masyarakat umum pada hari ini, Rabu (12/1). 

Golongan lansia dan kelompok rentan seperti mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid dengan immunocompromised menjadi kalangan prioritas.

Program booster vaksin diikuti masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas dan gratis. Warga bisa menerima suntikan booster vaksin jika sudah menerima dosis kedua dalam waktu enam bulan sebelumnya.

“Vaksinasi booster gratis akan dilakukan di faskes milik pemerintah seperti puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit milik pemda,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Selasa (11/1).

Pemberian vaksin booster akan menggunakan skema heterologous yang artinya pemberian vaksin dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2. Vaksinasi booster hari ini juga hanya ditujukan bagi warga yang telah menerima vaksin primer Sinovac dan AstraZeneca.

 

Baca juga : Vaksin Booster Gratis untuk Seluruh Masyarakat, Ini Keputusan Jokowi

 

“Kombinasi vaksinasi booster yang akan diberikan mulai tanggal 12 Januari, yang nantinya mungkin akan bisa bertambah jenis kombinasinya. Tapi yang akan dimulai besok sesuai dengan pertimbangan tadi, kesiapan vaksin yang dan dan hasil riset penelitian di dalam dan luar negeri yang sudah dikonfirmasi BPOM dan ITAGI,” kata Budi dalam konferensi pers, Selasa (11/1).

Adapun ketentuan pemberian vaksin booster untuk hari ini mencakup tiga alternatif. Yang pertama, bagi warga yang mendapatkan vaksin primer Sinovac untuk dosis 1 dan dosis 2, maka akan diberikan booster vaksin Pfizer setengah dosis.

Alternatif kedua, warga yang mendapatkan vaksin primer Sinovac untuk dosis 1 dan dosis 2, maka dapat juga diberikan booster vaksin AstraZeneca setengah dosis.

Sementara alternatif ketiga yakni, warga yang mendapatkan vaksin primer AstraZeneca untuk dosis 1 dan dosis 2, maka akan diberikan booster vaksin Moderna setengah dosis.

Kriteria Penerima Vaksin Booster

  1. Masyarakat berusia di atas 18 tahun
  2. Telah menerima vaksin dosis kedua dalam jangka waktu minimal 6 bulan
  3. Diprioritaskan pada Kabupaten/Kota dengan capaian vaksinasi > 70 persen dosis 1 dan 60 persen dosis 2
  4. Kelompok prioritas penerima vaksin booster adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita imunokompromais.

Masyarakat yang termasuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin booster dapat mengecek tiket dan jadwal vaksinasi di situs dan aplikasi Peduli Lindungi. Tiket tersebut dapat digunakan di fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat pada waktu yang sudah ditentukan.

Untuk panduan melalui situs, masyarakat bisa mengunjungi pedulilindungi.id dan mengecek status dan tiket vaksinasi dengan memasukkan ‘Nama Lengkap’ dan ‘NIK’, lalu klik periksa.

Sementara apabila melalui aplikasi Peduli Lindungi, masyarakat bisa mengikuti langkah-langkah sebagaimana berikut:

  • Buka aplikasi Peduli Lindungi
  • Masuk dengan akun yang terdaftar
  • Klik menu ‘Profil’ dan pilih ‘Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19’
  • Status dan jadwal vaksinasi booster akan muncul di akun masing-masing pengguna
  • Untuk cek tiket vaksin, masuk ke menu ‘Riwayat dan Tiket Vaksin’

Apabila termasuk kelompok prioritas tetapi belum mendapatkan tiket dan jadwal vaksinasi di aplikasi Peduli Lindungi, bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat dengan membawa KTP dan surat bukti vaksinasi dosis 1 dan 2.

Pastikan untuk tidak menggunakan NIK dan nomor handphone milik orang lain saat mendaftar vaksinasi booster untuk menghindari kendala administrasi di kemudian hari.

Kemenkes kemudian juga mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan NIK dan nomor handphone milik orang lain saat mendaftar vaksinasi booster untuk menghindari kendala administrasi di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.