PTM Dihentikan, Pelajar di Bali Malah Konvoi Motor, 18 Orang Diamankan Polisi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Bali dihentikan sementara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Namun, kondisi itu dimanfaatkan segerombolan pelajar untuk melakukan konvoi sepeda motor di kawasan Denpasar, Bali. Polisi membubarkan konvoi tersebut, dan mengamankan 18 orang.

Ke-18 orang yang ditangkap itu yakni GAB (15), GAP (15), IMA (16), IMA (15), KSW (14), KIJ (15), MBL (14), ASA (14), IPA (14), AYU (18), IBL (15), IDA (15), KLA (14), ARA (14), PDP (13), KRS (13) dan IBP (15). Mereka terdiri atas 14 orang pelajar SMP, tiga orang pelajar SMA dan seorang pekerja.

“Kita amankan di Polres ada kurang lebih hampir 20 (orang) dan motor,” kata Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Senin (14/2).

Bambang mengatakan konvoi pelajar tersebut diketahui usai ada laporan dari warga pada Minggu (13/2) sore. Konvoi itu disebut berawal dari daerah Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Mereka kemudian menuju Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Mereka melakukan konvoi seputar mulai start dari arah Tohpati mengarah ke Bypass Ngurah Rai, mereka menggunakan atribut-atribut, kemudian mereka mengganggu lalu lintas, mereka mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Bambang.

 

Baca juga : Banjir Merendam 6 Desa di Ketapang Kalbar, 16.811 Warga Terdampak Banjir

 

Rombongan konvoi tersebut kemudian terpecah ke Jalan Sudirman Denpasar dan Sesetan Denpasar Selatan. Polisi melakukan penyekatan terhadap gerombolan pelajar bermotor ini.

“Dari situ kita melakukan penyekatan kemudian dan sebagian ada yang berusaha untuk lari tapi kita bisa amankan mereka-mereka ini. Kemudian ada yang sebagian berputar masuk ke kampung mengganggu situasi di gang-gang di kampung dan kemudian sebagian juga ada yang mencoba untuk menerobos petugas,” kata Bambang.

“Kemudian beberapa sudah kita amankan, dibantu oleh warga setempat, oleh adat pecalang, kemudian masyarakat yang tinggal di sekitar,” imbuhnya.

Bambang mengatakan pihaknya masih mengejar kurang lebih 70 kendaraan yang kabur. Dia menegaskan para pihak yang melanggar aturan akan ditindak.

“70 kendaraan ini kita cari kurang lebih nanti kita gunakan ETLE bersama-sama dengan instansi terkait. Kemudian nanti semuanya akan kita lakukan tindakan-tindakan sesuai dengan apa yang ditentukan oleh undang-undang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Anak Agung Sudiana mendukung penuh tindakan yang dilakukan kepolisian untuk menindak anak muda yang mengganggu keamanan Denpasar.

“Kami dari MDA kota Denpasar mendukung apa yang sudah dilakukan Kapolresta  Denpasar dan jajaranya dalam menjaga keamanan. Dimana Denpasar menjadi barometer keamanan Bali dan kami siap bersinergi menangani konvoi anak muda tersebut,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.