Ekskavator Selamatkan 8 Warga yang Terjebak Lahar Dingin Semeru

Gunung Semeru memuntahkan banjir lahar dingin akibat hujan intensitas tinggi pada Kamis (3/3) pukul 14.00 WIB. Delapan warga di tengah aliran Sungai Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur (Jatim) pun terjebak.

Dilansir dari detikJatim, Jumat (4/3), terjebaknya delapan orang itu berawal saat mereka hendak melintas di jalur alternatif di Sungai Curah Kobokan dari arah Lumajang menuju Malang. Warga panik saat terjebak di tengah lahar dingin.

“Saya sempat panik saat terjebak banjir karena khawatir ada awan panas atau banjir tambah besar. Tapi Alhamdulillah saya dibantu dengan ekskavator untuk menyeberangi sungai,” kata salah satu warga, Ahmad Darwing,dikutip dari detikJatim.

Warga yang terjebak lahar dingin Semeru pun diimbau untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Adapun satu dari delapan orang yang terjebak masih anak-anak.

“Tadi saya mengira tidak akan terjadi hujan sehingga menyeberang. Saat berada di sungai tiba-tiba terjadi banjir lahar,” ujar Ahmad.

Setelah sempat menunggu selama dua jam, petugas akhirnya menurunkan satu alat berat jenis ekskavator untuk melakukan evakuasi terhadap 8 warga yang terjebak banjir lahar dingin.

Baca juga : Pelaku Mutilasi Bocah di Lampung Timur Ditangkap 100 Meter dari TKP

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan di kawasan Gunung Semeru. Khawatirnya terjadi banjir lahar dingin.

Selain banjir lahar dingin, BPBD juga mengkhawatirkan aktivitas Gunung Semeru kembali meluncurkan awan panas ketika masyarakat beraktivitas di sekitar kawasan rawan.

Sebelumnya, Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (2/2) malam pukul 22.16 WIB. Jarak luncur mencapai 4,5 kilometer dari puncak kawah ke arah tenggara, yakni Desa Besuk Kobokan.

Sejumlah wilayah pun mengalami hujan abu. Hujan abu terjadi karena ada angin kencang yang membawa debu vulkanik Gunung Semeru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.