2 Warga Tangerang Korupsi Dana Bansos Total Dana Yang Dikorupsikan Sampai Rp 635 Juta

Dua warga Kabupaten Tangerang yang menjadi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial atau Kemensos, ditetapkan sebagai tersangka kasus pendistribusian dana bantuan sosial atau bansos PKH ditahun 2018 dan 2019. Kedua pendamping PKH tersebut kini sudah menjadi tahanan Kejari Kabupaten Tangerang. Pelaku berinisial AS dan YN, yang merugikan negara sampai ratusan juta rupiah. “Pada kasus ini, negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah atas tindak pidana korupsi yang dilakukan kedua pendamping,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Nova Elida Saragih.

Berdasarkan nilai perhitungan kerugian negara oleh Inspektorat Kabupaten Tangerang, untuk AS melakukan korupsi senilai Rp365.122.440 dan YN melakukan korupsi senilai Rp270.469.631. Nova juga mengatakan, pemotongan yang dilakukan keduanya pada penyaluran dana bansos ke setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bervariatif, mulai dari Rp50 hingga Rp150 ribu. “Pemotongannya bervariatif, mulai dari Rp50 ribu sampai Rp150 ribu. Dan untuk masing-masing tersangka juga memegang jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berbeda. Untuk AS 260 dan YN 283 KPM,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.