Duo Jambret Rampas HP Bocah di Jakbar, Diduga Demi Bayar Utang

Polisi menangkap dua orang penjambret viral yang rampas ponsel ABG di Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi menyebut keduanya nekat menjambret untuk membayar utang.

Dilansir dari detikcom, Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Reno Apri Wijayanto, mengatakan kedua pelaku berinisial BP (19) dan HF (14). 

Reno mengatakan menurut pengakuan pelaku, mereka baru pertama kali melakukan penjambretan. Kedua pelaku nekat melakukan aksi tersebut dengan dalih untuk membayar hutang. Keduanya sempat menjual ponsel hasil rampasannya itu dengan harga Rp 1,1 juta.

Kedua pelaku pun melarikan diri usai melakukan aksi penjambretan itu. Keduanya berhasil ditangkap polisi di Karawang, Jawa Barat.

Penangkapan kedua penjambret itu dibenarkan oleh Kapolsek Kembangan, Kompol Binsar H Sianturi. Kedua pelaku ditangkap di Karawang, Jawa Barat.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebuah motor matic berwarna merah dan pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Baca juga : Jadi Penceramah Tarawih di Masjid UGM, Anies Diteriaki ‘Presiden’

Diketahui sebelumnya, kedua pelaku menjambret HP milik bocah di Jalan Murni Joglo, Kembangan, Jakbar, pada Selasa (29/3). Pelaku tergolong nekat karena keduanya melakukan aksi tersebut di dalam gang sekitar pukul 13.00 WIB.

Aksi keduanya itu sempat viral di sosial media. Dalam video yang beredar itu terekam kedua pelaku dengan menggunakan sepeda motor merampas sebuah HP milik bocah yang tengah bermain sendirian.

Sebelum merampas HPP bocah, pelaku sempat melintas sebanyak dua kali. Kali pertama, pelaku memantau keadaan sekitar lalu kedua kalinya pelaku langsung melakukan eksekusi perampasan.

Bocah tersebut berteriak minta tolong usai HP miliknya dirampas pelaku. Teriakan itu membuat warga berkumpul dan mencoba mengejar pelaku, tapi pelaku berhasil kabur membawa hasil rampasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.