Polisi Sita Uang Baru Rp 3,7 Miliar di Dekat Exit Tol Mojokerto

Polisi menyita uang tunai baru sekitar Rp 3,73 miliar dari kelompok JRS (29) dan kawan-kawan diambil dari Batang, Jawa Tengah (Jateng). Polisi menduga uang tunai tersebut akan dijual ke lapak-lapak jasa penukaran uang baru yang marak menjelang Idul Fitri.

Dilansir dari detikJatim, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Riski Santoso mengatakan uang baru tersebut disita anggota Satuan Sabhara yang berpatroli di dekat Exit Tol Mojokerto Barat (Mobar), Jalan Raya Desa Pagerluyung pada Kamis (7/4) sekitar pukul 01.00 WIB.

Riski mengatakan, uang tunai itu awalnya sekitar Rp 5 miliar. Menurutnya, pegawai ekspedisi pihak ketiga mengirim uang baru itu dari salah satu bank di Jabar ke Kabupaten Batang.

Sampai di Batang, jasa ekspedisi lantas menyerahkan uang tersebut kepada JRS dan kawan-kawan. Menurut Riski, JRS berasal dari Sidoarjo.

Baca juga : Pembacokan Anggota TNI di Terminal Medan, Pelaku Ditangkap

Riski menjelaskan, JRS dan 4 temannya mengangkut uang itu menggunakan mobil Daihatsu Gran Max. Mereka lebih dulu menjual sekitar Rp 1,27 miliar uang baru yang masih bersegel Bank Indonesia (BI) itu di Jombang dan Nganjuk. Sekitar Rp 3,73 miliar sisanya dibawa ke Mojokerto.

Sampai di Jalan Raya Desa Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto, tepatnya di dekat Exit Tol Mobar, Kamis (7/4) dini hari, JRS dan kawan-kawan kembali menemui pembeli. Si pembeli datang ke lokasi mengendarai Mitsubishi Pajero Sport dan akan menukar Rp 400 juta.

Dari penyitaan ini, polisi mengamankan 6 orang, yang diamankan masih berstatus saksi. Selain itu, polisi juga menyita mobil Mitsubishi Pajero, mobil Daihatsu Gran Max, dan uang tunai baru yang nilainya fantastis. Yaitu sekitar Rp 3,73 miliar dalam pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published.