Viral! Warga Cekcok Gegara Parkir Mobil di Pinggir Jalan, Parkir Sembarangan Bisa Dipolisikan?

Sebuah video menunjukkan seorang pria yang meluapkan amarah kepada tetangga yang parkir mobilnya di pinggir jalan viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta, pada Kamis (12/5).

Dalam video yang beredar, nampak sejumlah warga protes kepada pemilik mobil SUV berwarna putih lantaran memarkir kendaraannya di pinggir jalan hingga membuat pengemudi lainnya kesulitan saat lewat. 

Namun bukannya meminta maaf, pemilik rumah tersebut justru malah bersiteguh tidak mau memindahkan kendaraannya. 

Melihat hal ini kita semua khususnya yang memiliki mobil ataupun yang ingin membeli mobil bahwa ada baiknya memperhatikan lokasi parkir kendaraan, jangan sampai mengganggu dan menyusahkan orang lain ketika hendak melintas. 

Dalam hukum yang berlaku, di sana tercantum bagi para pemilik kendaraan atau yang ingin membeli kendaraan harus memiliki garasi atau setidaknya menyewa lahan parkir. Jangan terlalu memaksa kehendak yang imbasnya menyulitkan orang lain.

Jika kalian merasa resah dengan tetangga yang parkir mobil sembarangan atau di badan jalan, namun tetangga tersebut bersiteguh ataupun tidak bisa diajak bicara secara kekeluargaan, kalian bisa loh melaporkannya ke ketua rukun tetangga (RT) ataupun rukun warga (RW) yang nantinya akan diteruskan ke kepolisian.

Setiap daerah memiliki aturan dan sanksi yang berbeda mengenai perparkiran. Khusus di Jakarta, aturan tentang perparkiran juga tercantum dalam Pasal 140 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perparkiran (Perda DKI Jakarta 5/2012), yang berbunyi: 

(1) Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi. 

(2) Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor dilarang menyimpan kendaraan bermotor di ruang milik jalan. 

(3) Setiap orang atau badan usaha yang akan membeli kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan setempat. 

Baca juga : Viral Kakek 69 Tahun Nikahi Wanita 19 Tahun, Apakah Termasuk Pedofilia?

(4) Surat bukti kepemilikan garasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi syarat penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. 

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepemilikan kendaraan bermotor diatur dengan peraturan gubernur. Untuk sanksinya, telah dijelaskan pada Pasal 62 ayat 3, yang berbunyi: 

“Terhadap Kendaraan Bermotor yang berhenti atau Parkir bukan pada tempatnya dapat dilakukan penindakan sebagai berikut: 

a. penguncian ban Kendaraan Bermotor 

b. pemindahan kendaraan dengan cara penderekan ke fasilitas Parkir yang sudah ditetapkan atau ke tempat penyimpanan Kendaraan Bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Daerah 

c. pencabutan pentil ban Kendaraan Bermotor. 

Tak hanya itu, parkir di pinggir jalan juga dianggap mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas dan marka jalan. 

Dalam Undang-Undang No.22 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) telah di jelaskan sanksinya, yakni pada Pasal 275 yang berbunyi: 

Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Jadi bagi kalian yang ingin memiliki kendaraan kalian pastikan untuk mempunyai garasi ataupun menyewa lahan parkir terlebih dahulu ya. Jangan sampai memaksa diri dan malah berujung dilaporkan ke polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.